asam manis sikap

pernah satu hari kita pikir kita gabakal bisa maafin seseorang. pernah satu hari kita pikir kita bakal menua sama seseorang. pernah satu hari kita ngerasa ga lebih berguna dari tong sampah. 

untungnya manusia diciptain sepaket sama adaptasi. mau sekejam, sesedih, sekesel, seburuk, sememalukan apa situasi dan kenyataan ngehantam, kita akan dan selalu bisa kembali ke ‘kita’ sedia kala. atau jauh lebih baik, kalo mau belajar sama pengalaman.
what doesn’t kill you make you stronger, kan.
ho’oh.

terlepas cepat atau lambat, yang perlu digarisbawahi; manusia itu sendiri yang suka jadi penghambat untuk adaptasi. 
berlarut-larut tanpa solusi. keras kepala. menuntut adil. pembenaran.
sering terjadi?

zaman sekarang “balas dengan karya” aja gacukup. kepribadian yang positif. bukan percuma sih, cuma agak sayang aja kalo uda berkarya niat-niat tapi sikapnya... respect is for those who deserve it, not for those who demand it. seberkembang apapun zaman, dari dulu sampe sekarang, hal-hal mendasar seperti down to earth dan stay humble itu gabakal bisa kegeser.

anggep aja idup sekedar numpang main jungkat-jungkit. pas di bawah kita perlu diteken (sama masalah) biar bisa naik. nah pas lagi di atas, kalo ga mawas diri dan nginjek tanah, bisa amblas lagi tuh. bablas.. tiarap, nol meter di atas permukaan tanah.

hal-hal sepele kaya boong dikit buat nyenengin orang. pura-pura a biar ga b, sebenernya ga sesulit itu kan ya. peres? muna? jangan kaku kakulaah. toh kita sudah punya takaran dan alert tersendiri. adaptasi itu sendiri intinya fleksibel, bukan? 

jadi, 

mari adaptasi. sesulit apa situasi, seterpuruk apa yang lagi dialami atau rasain, adalah sementara (kek playlist blog ehe). semua bakal bisa dan selalu kembali ke sedia kala. kalopun ada beberapa hal yang gabisa kembali, pasti akan ada penggantinya. lengkap dengan garansi "lebih baik" dari sang Pencipta. 

janganlah: berlarut-larut tanpa solusi. keras kepala. menuntut adil. pembenaran.
yang terakhir tuh yg paling sleketep. terkadang curhat atau cerita ke orang yang kamu percaya tentang masalah itu perlu dan melegakan. tapi kalo menurut kamu itu justru akan makin bikin sedih dan gabisa ngerubah situasi. mending gausah. trust me. percoyo o mbek awakku. kalo masih mau cerita pas uda mereda aja. kalo belom, lebih baik dialihkan; gambar, baca, nonton, browsing, olahraga.

badai pasti berlalu. pelangi juga cuma sementara.

janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tidaklah ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang kafir (QS. Yusuf: 87)


P.S. tulisan ini ditulis tida untuk caper, menggurui, palagi pencitraan "biar kaya bijak gituya?".
sekarang aku tanya, pencitraan itu buat dan biar apa? 

P.S.S. nulis ini juga untuk coba bantu (jika dirasa membantu)
orang yang lagi merasakan apa yang mereka rasakan saat baca tulisan ini. 
intinya sih kalo kamu ga merasa apa-apa pas baca, kamu lagi baik-baik aja.

P.S.S.S. iya, antar paragraf hampir selalu ganyambung


OPI, line '93
Menyelami lautan kata bergerak.
Bak peri saat menabur bubuk putih ajaib dalam loyang.
Why so serious?

Catch more at @opnkp

No comments:

Post a Comment