Juli: bulan spesial indonesia

Assalamualaikum.. selamat malem :)
Bulan Juli biasanya ga se-spesial ini, emang sih tahun-tahun kemaren bulan juli juga paling dinanti, terutama sama anak sekolahan. (baca: liburan kenaikan sekolah dan bukan anak kuliahan) *sigh
Well, selain momen bulan Ramadhan, bulan Juli jadi makin spesial karena di tanggal 9 nya Indonesia punya hajat gede-gedean yang cuma diadain lima tahun sekali.
Yes!
Pemilihan Umum, atau pemilu.

Pileg udah kita laksanain kemaren, sekarang giliran presiden dan wapres yang akan kita pilih.
Masih pada galau nentuin pilih presiden & wapres yang mana? kalo iya mungkin ada dua faktor kenapa kalian masih aja bingung:
1. kalian ga update media (medsos, tv, radio, cetak, dll)
2. kalian terlalu acuh, dan bisa dikatakan... ga terlalu peduli?

Pemilu tahun ini bisa saya bilang super duper extra ordinary election.
Why? Gema nya terdengar beberapa kali lipat lebih kencang daripada tahun kemaren, bahkan dari tahun-tahun pemilihan yang pernah ada. Dua media yang paling kenceng adalah dari Televisi (kita tahu ada dua kubu yang paling nyentrik di media ini dan kayanya saya gaperlu nyebutin disini), dan media sosial (artis dan aktivis banyak bgt yg sukarela, buat siapa lagi? the one and only,  ibu pertiwi..), sisanya saya ga terlalu update. Hehehe


Nah, agak aneh kan? Informasi begitu luas dan begitu mudah didapat. Dan dari sebegitu ramenya dunia yang lagi "berbicara" tentang kedua capres kita, tapi masih ada aja yang masih galau mau menyumbangkan suaranya kemana.
Emmm.... Bukan nyaalahin juga sih, toh masih ada waktu juga kok *pukpuk *semangatkakak

Jadi, please wake up & cari informasi sebanyak-banyaknya tentang kedua capres dan cawapres kita. Ini bukan masalah
"eh, gue udah jadi warga negara yang baik dengan ga golput".
Itu udah so last year banget apalagi buat anak muda yang keidealisannya terkenal masih setinggi langit. Yang penting sekarang, selain kita sudah menggunakan hak suara kita, kita juga wajib paham kenapa kita pilih mereka buat jadi pemimpin kita 5 tahun ke depan.

Lima tahun tuh ga cepet loh...
Lima taun yang lalu saya masih pake seragam bawahan abu-abu dan mandi vitamin D tiap senin pagi. Lima tahun yang lalu saya juga masih belum kenal sama yg namanya pacaran android, touch screen, dan bahkan sama wifi.. :")

Ingat guys, satu suara kalian itu menentukan banget untuk siapa yang jadi presiden kita selanjutnya. Buka mata, hati, telinga guys.. Apalagi pemilu kali ini cuma dua kubu, bakalan sengit banget selisih angkanya *kayanya sih*

Ohiya, satu lagi. Akhir-akhir ini banyak temen, terutama di media sosial yang merasa terganggu dengan kedua media televisi yang itu tuh... intinya udah pada sebel dan protes, "kenapa mereka saling menjelek-jelekan?"

Okedah..
Seperti yang kita semua tau, pemegang hak suara kan harus 17+. Yang mana artinya ketika kita udah menginjak umur segitu kita udah dianggap dewasa dalam menentukan dan mempertanggungjawabkan suatu pilihan.
Kalo udah dewasa berarti otomatis kita sudah bisa menyaring dan memilah-milah informasi kan. Informasi ga serta-merta kita terima, logisnya kita cerna dulu, baru ambil kesimpulan. Mana yang menurut kita benar dan mana yang menurut kita ga bener.
Jangan salahkan media, karena memang media tidak selamanya objektif, pernah kan ada ungkapan, "siapa yang menguasai media, maka ia yang menguasai dunia".  Toh informasi apalagi di era sekarang ga cuma didapat dari satu dua pihak aja.
Ada satu tips atau cara termudah untuk melihat mana yang baik dan yang mana yang lebih baik: lihat orang sekelilingnya, lihat orang-orang yang mendukung mereka :)

Oke deh cukup sekian , gunakan hak Anda sebijak mungkin untuk memilih pahlawan kebajikan kita lima tahun ke depan. Dan saya juga berharap semoga gada kecurangan dan segala macam kawannya, terlebih lagi pemilu kali ini bersamaan dengan bulan suci Ramadhan. Ohiya! dan semoga cukup satu putaran.. lumayan, menghemat 300 miliar bro.

Oke? jangan galau lagi ya, 2 hari lagi nih! :)


Semarang, 7-7-2014
Salam dua jari ;)


OPI, line '93
Menyelami lautan kata bergerak.
Bak peri saat menabur bubuk putih ajaib dalam loyang.
Why so serious?

Catch more at @opnkp

No comments:

Post a comment