iu ui


iu
ui



Karena kita seperti urutan huruf abjad dalam keyboard.
Seperti huruf u dan i.
Kita berdekatan dan sang tangan hanya sebatas melewati kita.
Jarak terdekat kita selalu terganjal abjad lain.
Lagipula kata apa yang bisa dibentuk melalui aku dan kamu?

Hanya saja, aku yang selalu saja berharap.
Jika satu saat nanti setelah menyentuhmu, lalu ia menyentuhku.
Ahh….


Kita terlalu berdekatan.
Apakah ini satu cara sang tangan untuk menghiburku?
Bisa saja karena ia lebih dulu tahu, jika kemungkinan kita bersama dalam layar sangattttttttttt kecil.
Tapi sekali lagi saja.. aku ingin memandang kita bersebelahan disana
dari baris keyboard sini.


Duluuuuu sekali kita pernah sekali bersama.
Ya.
Aku denganmu, berdiri bersebelahan tanpa satu pun abjad yang menjadi penghalang.
Hey....... entah kenapa rasanya sedikit aneh.

Tapi aku menyukainya.

Kau dan aku, kita berdua terlihat sangat dekat juga lucu disana..
Aku terlalu bahagia hingga belum sempat memanggilmu supaya melihat ke layar.


Sayang,
Tak lama sang tangan menghapus kita.
Menurutku, ia tau jika ia salah dalam menempatkan kita.
Sungguh terlalu singkat, tapi hingga kini aku masih bisa merasakannya.

Tapi..
Selama kau masih ada disini, dengan tidak cuil ataupun terkikis waktu,
aku sudah senang.

Meski aku hanya bisa memandangimu dari sisi yang sama untuk selamanya,
rasanya tak papa.


Sungguh sang tangan telah memperlakukan kita secara adil.


8-01-2014
di sela-sela nugas uas kewirausahaan



OPI, line '93
Menyelami lautan kata bergerak.
Bak peri saat menabur bubuk putih ajaib dalam loyang.
Why so serious?

Catch more at @opnkp

No comments:

Post a comment