His eyes.

Pernah nggak sih kalian ketemu seseorang yang punya tatapan tajam?
Saking tajamnya, sampe-sampe kalian gakuat buat natap matanya sekedar dalam jangka waktu ngobrol yang lumrah.

Kebetulan saya sudah ketemu dengan orang itu, dan mungkin sudah beberapa tahun jika dihitung sejak hari pertama kita ketemu.

Dia hangat, seperti layaknya dua manusia yang baru ketemu, kita kenalan. Saling menyebutkan nama, rumah, dan atribut perkenalan lainnya. Bedanya, ia sangat, sangat ramah.
Beberapa bulan kemudian ia semakin terkenal dengan segala cerita tentang kebaikannya, betapa cerdasnya dia, bahkan tentang sikap sopannya kepada lawan jenis juga ga ketinggalan untuk dibahas.



He's perfect.
No.
He's beyond perfection.

Agak aneh memang kalo di nalar.

Cerita mengalir dari berbagai sumber secara berkala, menjadikan kita selalu update tentang manusia satu itu.

"Dia ikut ini lho, ikut itu juga, tapi nilai masih bagus aja, buset..."

Hingga suatu hari, entah sadar atau tidak, saya berkata, "hey, amatin deh, ganteng juga lama-lama".
"emaaaaaaang!", sahut yang lain.
Terkadang kegantengan bisa dipengaruhi banyak faktor, maksudnya, fisiknya sebenernya biasa aja, tapi kalo udah dijumlah sama yang lain-lain....... ya gitulah.

Sejak saat itu nilai dia naik satu tingkat dalam alam pikiran saya.

Hingga beberapa bulan lalu dia dihelat menjadi orang penting dalam suatu acara.

Entah hanya karena kesensitifan saya, atau mungkin memang adanya, segala sisi hangatnya yang dulu hilang.
Tatapan matanya menjadi tajam, sangat, sangat sulit mendeskripsikan ini. Seakan-akan matanya memancarkan energi berlebih, yang jelas membuat saya tidak terlalu nyaman saat menatapnya.

"Kebanyakan beban pikiran kali, makanya jadi gitu", kata seorang teman.

Hm... mungkin.

Kemudian pikiran ini saya flashback. Sejak pertama kenal, sejak saat cerita tentang gosip terbaru, sejak saat saya mengatakan ganteng, lalu hingga saat sekarang.

Hingga saya punya kesimpulan pribadi, bahwa :
Apa yang kamu lakukan, yang kamu kerjakan setiap harinya, tidak hanya akan berpengaruh pada kondisi mental, tapi juga fisikmu.

Sebenernya juga ga ada yang salah, sekedar cerita, sekedar berbagi.
Toh yang menjalani hidup juga kaki kita masing-masing. Good night people :)

OPI, line '93
Menyelami lautan kata bergerak.
Bak peri saat menabur bubuk putih ajaib dalam loyang.
Why so serious?

Catch more at @opnkp

No comments:

Post a comment