Apa?

Ada saatnya ingin keluar dari sepinya hingar-bingar.
Ingin lepas sendirian, tapi nyaring, tapi terasa.
Ingin juga lepas berkawanan, dan kemudian kembali lagi, ke sarang sendiri.

Ah, ini bukan lagi sangkar, ini jangkar.
Kakimu hanya bisa berputar, meskipun tak selalu searah jarum jam.
Jangan takut, saat usai waktu labuh nanti jangkarmu akan dikayuh.

Tidurlah, atau cahaya tidak akan melihat wajahmu lagi.
Tapi apa artinya?
Kau selalu tak disana, karena kau tidak tahu janji itu rasa apa.
Cahaya berbalik arah, tak butuh dikasihani katanya.

Mereka, akankah selamanya ada?
Angin yang punya arah pun sama saja bisunya.
"Kalau bisa jawab, jagad sudah pasti tau kamu ngawur!"

Lalu.

Tapi aku tidak mau masuk sepi lagi.


1:36

OPI, line '93
Menyelami lautan kata bergerak.
Bak peri saat menabur bubuk putih ajaib dalam loyang.
Why so serious?

Catch more at @opnkp